Thursday, February 16, 2012

Bojong Pojok Sebelum Belok (5)

Bojong ini didirikan diatas tumpukan keputusan
Tersusun kuat dengan perekat iman
Dengan dekorasi doa ditiap ruangan

Terima kasih Kau percayakan bojong ini untukku

[160212]

Hanya untukMU

Yesus, aku mencintaiMU
Rohul Kudus, aku menurutiMU
Allah, aku menghormatiMU
Raja, aku melayaniMU
Segala puji, hormat, dan kemuliaan, untukMU


[120212; Retret Karmel dari waktu ke waktu]

Tuesday, February 07, 2012

Sang Putri

Akulah pengelana jagad
Penikmat hidup dalam keberadaan
Perasa emosi dan sangkaan


Akulah perambah jalanan
Penghitung belokan dan kelokan
Pembatas rerumputan dan hutan


Akulah pewarta kisah
Pengedar tragedi dan lawakan
Pengintai kebusukan dan kemunafikan


Akulah, Putri Buana




[070212]





Monday, February 06, 2012

Sebuah Kemerdekaan

Jika bisa..
kuharap kau tidak bertumbuh agar tetap kurengkuh tubuh mungilmu dalam pelukan;
kuacak rambut halusmu dengan penuh sayang;
kucium pipi merahmu setulus kasih yang kupunya;
kupangku, kugendong, kuterbangkan dengan sukacita.


Andai mungkin...
kuharap kau tidak berkembang agar tetap kutertawai kelucuan dan keluguanmu;
kugandeng tanganmu agar tidak terjatuh;
kutopang kakimu agar kuat langkahmu; 
kuajar ini itu dan semua hal yang kutahu dan hanya dari aku .


Tapi itu tidak bisa dan tiada mungkin...
Aku harus membiarkanmu terjatuh, terjerembab, terluka, tak berdaya agar kau belajar hidup.
Aku harus melepasbebaskanmu agar kau berkembang sebagaimana talentamu.
Aku harus memahami apa yang kau mau dan tidak kau ingini.
Aku harus memerdekakan dirimu.




[050212-060212; untuk setiap anak yang memanggilku tante, esp. Mi'e]

Wednesday, February 01, 2012

Pejuang hati


Pagi ini kulihat ribuan manusia berkerumun di depan terowongan
Lengkap dengan tas besar dipunggung ataupun dipinggang
Berpakaian warna-warni tapi siap berjuang
Menembus  lorong nan gelap, luas, nyaris tanpa batas


Satu perempuan kulihat membawa kepingan hati
Dimukanya terhias senyum penuh percaya diri
Dengan semangat tinggi, melangkah diiring suara peluit
Satu harapan berjumpa pemilik hati


Diujung terowongan yang lain kulihat
Lelaki perempuan berjalan keluar
Banyak yang bergandengan, tak sedikit yang sendirian
Dengan ragam muka penuh cerita


Kulihat perempuan tadi
Masih membawa kepingan hati
Berjalan seorang diri
Tetap dengan semangat tinggi dan muka berseri


[010212; mengawali bulan kasih sayang]