Showing posts with label bahagia. Show all posts
Showing posts with label bahagia. Show all posts

Friday, July 16, 2021

Free

Free your blockage
Breathe freely
Be creative
Enjoy life

You are meant to be the best of you


14.07.21

Monday, July 12, 2021

Aloha, keiki!

May the flowers bloom in every path you choose
May the leaves give you shades where'er you go
May aloha forever lingers in you

07.07.21 | Welcoming RTA

Saturday, May 15, 2021

Let's Dance

Dance with me, my love
Into the sky... to the edge of Milky Way
Move your body closer to mine, cheek to cheek,  breathe in sync, step in rhythm, oh yes, my baby... 
Let's celebrate the night while its still young... 
Just like us. 

[14.05.21]

Monday, October 29, 2018

Antara Hidup dan Mati

Hidup itu sudah diatur, sudah tersurat
Susah senang tinggal dijalani, tinggal disyukuri
Yang baik, bisa menjadi buruk. Yang buruk, bisa menjadi baik
Apa maknanya bahagia, apa artinya sedih?
Semua rencana dan usaha nyaris tiada guna
Sebuah kesia-siaan belaka, sindir Salomo
Begitulah roda kehidupan. Berputar terus sampai nafas pudar lalu menghilang


[29.10.18]

Monday, October 26, 2015

Cincin

Petik gitar
Angkat suara
Goyang badan
Merayakan nama tanpa garis bawah


[061015]

Tuesday, August 25, 2015

Janji Suci

Aku memilihmu sebagaimana kamu memilihku
Aku memilihmu dan bukan yang lain
Kamu memilihku dan bukan yang lain
Kamu memilihku sebagaimana aku memilihmu

Kami telah menetapkan pilihan:
Kami bersedia!



[230815]

Tuesday, March 03, 2015

Happily Ever After

I spent years of my time
For loving someone…same old one
I thought he’s the one

CHANGE OF PLAN 

I spend the rest of my time
For loving someone…new
And he’s the right one


[020315]

Thursday, December 05, 2013

Arti Bahagia

Kuseka peluhku yang menetes sedari tadi.
Tangan kotorku pastilah membekaskan warna hitam didahi.
Aku tak peduli.
Aku terlalu bahagia malam ini.
Ya…bahagia yang sejujurnya.
Bukan pura-pura atau sekedar bahagia.

Kembali kucermati hasil karyaku sepanjang hari ini.
Sudah indah!
Tiap dahan terangkai sempurna,
Dihiasi ornament warna-warni beraneka ragam,
Terliliti lampu-lampu kecil berkerlap-kerlip mengikuti alunan nada,
Bintang emas berdiri kokoh tepat dipuncak.
Sudah sangat indah!
Tiap orang yang datang pasti akan senang memandangnya.
Itulah kebahagiaan kecilku.
Kebahagiaan sederhana.
Yang acapkali dipandang sebelah mata.
“Bahagia itu banyak uang”, seorang teman pernah bilang.
“Belanja baju dan emas permata kapan saja bisa!”
“Punya mobil keluaran terbaru, merek ternama!”
“Itulah arti bahagia!”
Mungkin temanku benar, itu juga sebuah kebahagiaan.
Bahagia untuk dia dan sebagian yang lain.
Tapi itu bukan bahagiaku.

Bahagia sejatiku tercermin dalam rangkaian pohon hasil karyaku.
Menceritakan kisah yang sudah dimulai ribuan tahun silam
Tentang seorang bayi yang lahir dipalungan
Dengan bintang besar diatasnya
Dikelilingi oleh rombongan yang tidak biasa
Namun semua bersukacita untuk hal yang sama:
Lahirnya Juruselamat dunia, Penebus dosa manusia.

Tidakkah ini kebahagiaan sejati?

[041213]

Kado untukku

Satu per satu kubuka bungkusan indah,
Yang tersusun rapi dibawah pohon cemara cantik disudut ruangan.
“Kain batik tulis dari Solo!”
Senyumku pun terkembang sambil membayangkan sosok pemberi kado.
“Terima kasih, Pakdhe,” sebutku dalam hati.
Kotak kedua pun kubuka.
Kukeluarkan porselin cantik yang tampak mahal.
“Tante pasti membeli ini dari Singapura!”
Bungkus demi bungkus kado pun mulai teronggok tinggi:
Anting, jam tangan, CD, buku, make up…
Senyumku pun makin melebar.
Pastilah aku ini sosok yang disayang.
Betapa semua orang memperhatikanku!
Bahagianya aku!

Mendadak aku merasa gamang.
Benarkah aku bahagia?
Berapa lama anting dan jam tangan baru dapat kubanggakan?
Sejam…sehari…sebulan?
Berapa lama make up bertahan membuatku cantik?
Tiga jam…lima jam…sepuluh jam?
Apakah yang sesaat ini mampu membuatku bahagia?
Kenapa aku tidak benar-benar bahagia?
Kenapa semua kado ini tidak cukup mengusir kuatirku…
Akan masa depanku?
Atau sekedar apa yang akan ku makan esok hari?
Kenapa aku gelisah, resah, dan tidak berdaya dengan semua yang kupunya?
Kenapa cinta dan perhatian sanak saudara dan teman terasa tidak cukup?
Kenapa aku tidak bahagia dengan diriku sendiri?

Lalu kuingat perayaan Natal penduduk desa miskin dikaki bukit.
Terlihat jelas sukacita ditiap wajah saat menyanyikan kidung Natal.
Ada pengharapan ditiap hati kala kisah Natal diperdengarkan.
Apakah yang mereka punyai tapi aku tidak miliki?
Mungkinkah itu Natal yang sebenarnya?
Bukan kado yang berisi banyak benda.
Bukan baju pesta yang cantik.
Bukan jejeran toples penuh kue.
Ya…bukan itu semua!
Aku seharusnya menyadarinya dari lama.

Ampunilah aku, Yesus.

[04-051213]

Wednesday, March 06, 2013

Gratifikasi Allah

Bahagia bukanlah usahamu
Sia-sialah kerja kerasmu jika berharap mendapatkannya
Pun kekayaanmu tidak menghasilkan seperempatnya
Doa dan puasamu bukan pula jaminannya
Bagianmu hanya menerima
Karena bahagia adalah cuma-cuma

[050313]

Tuesday, September 18, 2012

b…a…h…a…g…i…a…


Maaf jika harus kuungkapkan rasa ini
Mungkin kau kan iri atau ikut mensyukuri
Tapi ku terlalu bahagia menjalani hari demi hari
Ya…kau tak salah baca…aku bahagia…b…a…h…a…g…i…a…

Mungkin kau menuduh itu sandiwara
Atau  bergunjing sebab musababnya
Tapi ku tak peduli walau mungkin mendengar
Ku tak sakit hati walau harus kontrol diri

Jangan kau pikir karena aku suci
Taat beribadah pun berbuat bajik
Lepas dari dosa semerah kirmizi
Maka bahagia jadi pahala

Aku tetap tidak sempurna
Lemah dalam cobaan
Terbatas dalam talenta
Tidak mengurangi kebahagiaan ini

Aku bahagia karena aku bahagia
Dan kusyukuri tiap kebahagiaan
Buka Kitab Suci jika tak percaya
Semata-mata pemberian Ilahi

[170912]