Showing posts with label rumah. Show all posts
Showing posts with label rumah. Show all posts

Tuesday, August 25, 2015

(Mungkin) Tidak Lagi Secantik Dulu

Rumahku tidak lagi secantik dulu.
Selalu mulus, terurus, nampak baru.

Rumahku tidak lagi secantik dulu.
Dempulan tersebar disana-sini,
Cat lama-baru seolah saling membenci,
Barang lama-baru seakan berperang,
Tanaman lama-baru seolah berjibaku.

Rumahku tidak lagi secantik dulu.
Bukankah diriku pun seperti itu?
Coreng moreng banyak aib,
Makin ditutup makin nampak,
Dibersihkan pun kotor kembali.

Rumahku dan diriku tidak lagi secantik dulu.
Tapi rumah itu tetap milikku, kesayanganku.
Dan aku tetap milikNya, kesayanganNya.



[230815]

Tuesday, March 03, 2015

Bojong Pojok Sebelum Belok (9)

Aku suka bangunan ini
Sederhana tidak muluk
Cantik tidak lebai
Seperti aku


[020315]

Monday, March 02, 2015

Home is Us

Home is where our heart is
Home is our heart
Our heart
Ours
Us


[010315]

Tuesday, March 19, 2013

Bojong Pojok Sebelum Belok (8)


Merah, hijau, biru, hitam mewarnai pondok ini
Simbol keberanian, kedamaian, keharmonisan, kegagahan
Berharap impian dan realita bertemu di satu titik
Menjadikan sebuah pondok berkat

[180313]

Tuesday, May 29, 2012

Jika hari ini ada dan besok tiada

Pagi ini seperti biasa
Kusapa tiap tanaman
Tak terkecuali
satu kembang warna ungu
Yang selalu bersemi
kadang satu, kadang dua
Indah dalam kesahajaan
Menisbikan batasan waktu
pun putaran musim
Hari-hari tiada yang buruk
Hanya persembahan suka
yang kan layu di penghujung senja
Bukankah hidup seperti ini
Melakukan panggilan hidup
Tidak mencari nikmat duniawi
Inilah persembahan yang benar
hanya untuk Sang Pencipta


[untuk bunga ungu ditamanku, 280512]




Wednesday, May 23, 2012

Bojong Pojok Sebelum Belok (7)

Disini kulihat langit:


Sesekali biru menawan
kadang putih berawan
kadang mendung pekat


Malam tidaklah gulita
tapi jingga muda merona
seolah terpancar dari sorga


Disini kulihat langit:
Dan kupuji Sang Pencipta!


[sebuah doa syukur, 210512]

Bojong Pojok Sebelum Belok (6)

Kurasakan kebaruan hari 
lewat jatuhnya bayangan, 
sembulan wajah rembulan, 
curahan tetes air, 
dan sepoi angin.

Kunikmati kebaruan ini 
yang terasa nyata 
dalam perputaran waktu
satu kalender.

Kusyukuri anugerahNya 
atas bojong pojok sebelum belok.

[menjelang 1 tahun, 210512]

Thursday, February 16, 2012

Bojong Pojok Sebelum Belok (5)

Bojong ini didirikan diatas tumpukan keputusan
Tersusun kuat dengan perekat iman
Dengan dekorasi doa ditiap ruangan

Terima kasih Kau percayakan bojong ini untukku

[160212]

Monday, October 10, 2011

Bojong Pojok Sebelum Belok (4)

Alami pun sarat tata
Sederhana pun sarat makna
Biasa pun luar biasa
Tuhan pun bertahta


[101111]

Friday, September 23, 2011

Bojong Pojok Sebelum Belok (3)

Bukan surya pagi yang ku dapatkan tapi torehan emas kala tenggelam yang dianugerahkan
Bukan terbitnya bulan yang ku terima tapi torehan emas kala tenggelam yang dianugerahkan


Bukan yang ku mau tapi yang ku butuhkan
Syukurku padaMu


[231111]

Bojong Pojok Sebelum Belok (2)

Dibalik tralis hitam ini, ribuan kisah terhampar:


Pak tua dengan becaknya, menunggu penumpang yang nyaris tiada
Pak kuningan dengan kiosnya, berjaga tiada henti lewati panas terik dingin hujan
Oma mandarin dengan salamnya, mengajar dan menjajakan kue murah
Pak pintar lidah dengan santainya, duduk sana duduk sini sesekali lari dikejar utang
Pak sumbangan dengan bukunya, ketok pintu berharap hari ini ada pemasukan
Ibu muda dengan dua anak, tiap hari masak dan sibuk urus anak
Pak sebelah kampung dengan kambingnya, melihat dari jauh kawanannya melindas tumbuhan dan melahap semua daun
Pak galon dengan berbagai merek, hilir mudik kirim air terkadang gas
Bu warung dengan masakannya, murah meriah 24 jam dengan gula asli bukan buatan
Pengurus RT dengan edarannya, setiap bulan selipkan surat dibawah pintu tanda iuran harus dibayar
Eyang putri dengan eyang kakung, datang jauh dari kampung merawat cucu anak tersayang
Anak-anak dengan sepedanya, berani ngebut seolah masa depan sudah ditangan


Dibalik tralis hitam ini, ku saksikan ribuan kisah terhampar


[231111]

Bojong Pojok Sebelum Belok

Kala detik menit jam minggu bulan tahun adalah sebuah upaya
Mencari mengharap mencari mengharap mencari mengharap 
Di ujung penantian mendapatkan yang dicari dan diharap

Percepatan nyatalah dalam tuntunan Sang Maha
Lutut tertekuk tangan bertaut airmata mengucur

Warna warnaku terpoles indah dalam kesederhanaan tata
Daun menghias ornamen di sekitaran
Melingkupiku...


[231111]