Showing posts with label nature. Show all posts
Showing posts with label nature. Show all posts

Monday, November 13, 2023

Whim(e)sical

Willows by the water
All colors, all around
Fresh air
Stillness
I am 

[071123]

Perfect Dandelion

I walked to the park that day
I saw this perfectly round dandelion
I couldn't help myself but to pick her up

"I'm sorry...but I need to share my dreams so you can help me spreading it out...and perhaps plant in on the good soils?"

She looks at me intently then giving me a nod
She whispers to the wind 
The wind happily swirls her over and over
There goes my dreams planting deeply into a good soils

[06.08.22]

Wednesday, March 23, 2022

The Heart of Spring

When you look down, your path will be covered by the petals

When you look up, your sky will be filled by the blooming of flowers

When you look around, your surrounding is full of beauty

When you look inside, your heart will be just like a Spring


[22.03.22]


Wednesday, January 26, 2022

Fly Butterfly

Fly butterfly... fly... 
To every flower you can find
Red, yellow, orange or white 
All is yours, all to enjoy

[09.08.21]

Friday, July 16, 2021

Suara Hati Alam

Dengarkan teriakan halilintar! 
Menggelegar mengguncang langit! 
Melecutkan kilatan cahaya! 
Menyilaukan dimalam gelap! 
Apa dayamu manusia? 
Kala alam menyuarakan isi hatinya
Marah akan kebebalanmu
Sakit hati karena perilakumu

Bertobatlah ... bertobatlah... bertobatlah

13.07.21 | perenungan masa pandemik


Friday, November 29, 2019

Catatan Sebelum Ganti Hari

Hai Pah! Selamat ulang tahun pertama di Kekekalan!

Pastinya bahagia disana. Nggak ada sakit penyakit, lelah tubuh, capek hati, emosi jiwa, stres kerja, tekanan sosial. Nikmat banget kayaknya. Pastinya semua penuh cinta kasih disitu. Nggak ada iri dengki, sodok kanan sodok kiri, senggol bacok, lu-gue (yang ini istilah anak metropolitan, Pah). Kayaknya nikmat banget.

Mbok yo sambil menikmati Kekekalan, bolehlah seringkali doakan kami yang masih tinggal di kefanaan ini. Biar kami lebih peduli dengan bumi ini. Kami sering lupa bahwa kami berbagi bumi ini dengan yang lain: sesama manusia, tumbuh-tumbuhan, binatang, dan segala sesuatu yang ada di alam.

Kadang kami pikir: warna kulit beda, bukan sesama kami; bahasa kami beda bukan sesama kami, keyakinan kami beda, bukan sesama kami. Kadang pula kami pikir: semua tumbuhan, binatang dan segala sesuatu di alam harus kami manfaatkan untuk sebesar-besarnya kepuasan hidup kami.

Jika masih ada pohon yang bisa ditebang, kenapa harus menanam? Jika masih ada banyak air, kenapa berhemat? Jika masih ada gajah, kenapa tidak diambil gadingnya?

Manusia itu edan tenan yo, Pah? Kok nggak sadar bahwa dirinya hanya kesementaraan. Kayaknya sih memang nggak ada yang sadar. Begitu sadar, eh sudah sampe Sorga!

Wis ngono ae yo, Pah. Selamat menikmati Kekekalan!



[25.08.29]

Tuesday, July 04, 2017

Mui Ne

To the night sky with the sparkling stars;
The countless sands on white, red, yellow, and black;
The songs of the ocean, birds, and little creatures;
Cám ơn

[250617]

Tuesday, August 25, 2015

(Kali Ini) Kami Perlu Hujan

Hujan-hujanlah!
Makin lama makin lah deras!
Tanah kami sudah pecah,
Air kami sudah kering,
Tanaman kami sudah mati,
Kami perlu hujan deras!


[200815]

Cap Kupu-kupu

Suatu ketika sepasang tangan mengajakku, katanya:
“Marilah mampir di tamanku;
Taman ribuan daun, ratusan kelopak;
Di bantaran kali kota!”

Kataku kala mata menatap tamannya:
“Bolehkah kumiliki puluhan daun, belasan kelopak;
Walaupun tanpa bantaran kali kota.”

Sepasang tangan itu memberi lebih dari yang ku pinta:
“Milikilah setetes embun di taman ini;
Sebarkanlah dimanapun kau inginkan;
Niscaya daun-daun dan kelopak-kelopak tumbuh subur menyegarkan;
Tarian kupu-kupu, siulan burung, nyanyian kodok kan datang dan menggetarkan celah kekosongan hatimu…membawa anganmu laksana terbang ke awang-awang…mengkristal menjadi awan dan jatuh kembali ke bumi…membasahi semua yang kering…menumbuhkan yang tampak mati.”

Aku begitu terpesona dan padanya kupatrikan janji:
“Embun ini tidak akan sia-sia. Terima kasih tangan bercap kupu-kupu.”



[200815]

Tuesday, August 18, 2015

Sudah Petang

Cahaya langit tinggal seberkas,
Debu menghilang diganti tanah basah,
Semilir  angin meniupkan aroma bunga di taman,
Lambut laun riuh tetangga pun menghilang,
Selamat petang menjelang malam.



[150815]

Monday, July 15, 2013

D

Have you seen the beauty of night sky?
In a chilly hilly faraway city
'twas after long downpour as the story began
Each by each came out the stars
Thousands times seven if one can count

As far as the eyes catching its glimpse of lights
Heart lifted high in searching for One Light
The Light that was and is and is to come
The truest among any others
Have you seen the beauty of Light?


[120713]