Wednesday, January 25, 2012

Talian kehidupan

Ranting menggerakkan rangkaian daunnya dalam tempo rancak diantara tepukan riuh para bayu
Menenggelamkan keseluruhan jiwa dalam tarian raga purba nan mempesona
Sementara swara hujan mengiringi sempurna tiap paduan gerak dan irama

Sang aku terdiam berdiri dibalik kaca gedung tinggi 
Memutar ulang rekaman peristiwa tiap masa
Dalam getar nada asmara pun getir sumbang kebencian

Sang Maha tersenyum dalam peraduan emas permata
Sesekali menggoyangkan tali hijau pupus diantara gradasi jutaan warna tali
Tangan yang lain menyentuh satu tali yang berdiri terdiam dibalik kaca gedung tinggi

[250112]

Friday, January 20, 2012

Senja berpelangi

Senja ini pelangi melengkung diatas kaki langit
Mata tua menyimpan keindahannya didada, kala pikiran berkelana diantara pusaran masa
Tapi si kecil berlari mengitari kaki-kaki pelangi, terkikik sambil menari-nari
Apatah yang lebih baik dari senja berpelangi? 


Menit menyusul detik dalam langkah pelan tapi pasti
Semburat oranye tercampur kelabu beranjak mendekat, membungkus rapi busur raksasa
Mata tua tidak lagi berwarna-warni, tarian si kecil pun terhenti
Mengharap senja kembali berpelangi




[180112]

Monday, January 16, 2012

Sang Aku

Akulah Respati yang menghias langit kala hujan purna dengan busur tujuh warna
Akulah Respati yang keluar dari kepompong, mengembangkan sayapnya, dan terbang disela hijau dedaunan
Akulah Respati yang mekar memerah diantara duri-duri tajam
Akulah Respati, didikan kehidupan


[130112]

Terlepas

Langkah ini terasa riang
Hilang pegal dan bengkak kaki
Punggung ini sangat ringan
Tiada beban menggantungi
Tangan ini bebas membentang
Tanpa tali menghalangi


S e n y u m   t e r k e m b a n g


Kuhirup udara suci
Kuhempaskan dengan lepas!
Makin kuhirup makin tenang...makin tenang...tenang...tenang...
Makin tenang dan jiwaku mulai bersorak, melonjak, menari girang, bernyanyi merdu!


Jiwaku  t e r l e p a s  didalamNya


[130112]

Thursday, January 12, 2012

kepompong

menggeliat bergerak kadang diam
menempel di dinding tinggalkan dedaunan
menjatuhkan diri ke tanah berpura sekarat


apakah perasaanmu? sedihkah engkau menjadi yang sekarang? 
semua yang pahit harus kau cecap
tiada dapat kau melawan hanya menerima apa yang ada


sampai saat itu tiba...
untuk kau membebaskan sayap-sayapmu, melongokkan kepalamu, memunculkan ekormu 
dari kepompong masa


inilah saatnya!
untuk terbang menyapa tiap bunga, memeluk tiap daun, tersenyum kepada dunia
kedalaman hidupmu telah menjadikan kau secantik sekarang, kupu-kupuku!


[ulat bulu di Des 2011 - kupu-kupu di 120112]