Tuesday, March 19, 2013

Bojong Pojok Sebelum Belok (8)


Merah, hijau, biru, hitam mewarnai pondok ini
Simbol keberanian, kedamaian, keharmonisan, kegagahan
Berharap impian dan realita bertemu di satu titik
Menjadikan sebuah pondok berkat

[180313]

Tentang Ketakutan


Geluduk dan kilat sambar menyambar dalam kegelapan siang
Hujan angin silih berganti menghantam atap dan dinding
Malam menjelang tanpa benda-benda penerang diatas dan sekeliling
Yang tidak nampak menjadi nampak, yang ada menjadi tiada
Berkawan sepi kala rambut memutih dan tulang berderik


Aku takut…
Terkadang


[180313]

Aku dan Puisiku


Aku
Bukan pada satu atau dua baris dalam satu judul puisiku
Bukan pula rangkuman dari keseluruhan puisiku

Aku
Mungkin tersirat diantara kumpulan puisiku
Pun kadang tersurat ditumpukan kata-kata puisiku
Tapi itu bukan aku keseluruhan
Terwakili sebagian pun tidak

Aku
Membiarkan diriku bersembunyi, ditiap makna kata per kata
Jika pun ada yang melihat, tidak sampai menemukan
Bahkan jika berhasil menemukan, tidak akan menangkapku

Aku
Ya itulah aku
Dan puisiku?
Bukanlah aku!


[16 – 18, 0313]

Friday, March 15, 2013

Sebuah analogi

Tak kan kubiarkan kertas ini kosong melompong
Paling tidak, ada segoresan garis...meski tanpa makna

Jika kertas sama dengan hidup
Tidakkah aneh tampil polos?
Tanpa coretan...tanpa warna...tanpa noda...
Ah...aneh...sungguh akan aneh

Apakah guna kertas itu?
Selain disimpan lalu dimakan ngengat
Lebih baik dipakai walaupun kumal
Atau dipajang sampai kusam

Kertas harus berguna
Demikian pula hidup jadinya
Bagaimana kertasmu, teman?


[140313]

Puisi pun sebuah karya

Selembar kertas
Sebuah bolpen hitam
Satu atau dua kata
Sekilas lamunan
Sekejap pikiran
Teruntai indah
Antara mimpi dan realita
Menjadi sebuah karya

[140313]